Indonesia′s Leading Integrated EPC & Investment Company

Email This  Print This

Laporan Dewan Direksi


Para Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan yang terhormat,

Mengawali sambutan ini perkenankan kami menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas pencapaian yang kami telah peroleh pada tahun 2016 dan rasa optimisme kami menghadapi tahun-tahun yang akan datang. Tentunya, capaian kinerja yang positif tersebut tidak terlepas dari kerja keras dari seluruh pihak, karyawan, Direksi, Dewan Komisaris, serta tentunya juga tak lepas dari dukungan yang kuat dari Pemerintah.

Ditengah dinamika perekonomian global dan nasional yang begitu dinamis, WIKA mampu mencapai pertumbuhan keuangan yang cukup membanggakan. Kiranya hal ini menunjukkan bahwa manajemen dan insan Perseroan memiliki motivasi penuh untuk terus berkarya dan tumbuh sedemikian rupa sehingga Perseroan mampu mencapai keunggulan daya saing berkelanjutan.

Optimisme kami didukung oleh pengalaman dan keikutsertaan dalam berbagai proyek-proyek strategis pembangunan infrastruktur yang menjadi agenda Pemerintah di beberapa wilayah Indonesia. Dengan peluang dan tantangan yang ada, kami optimis dapat meningkatkan pencapaian kinerja yang semakin baik.

Lebih lanjut, dengan potensi yang ada dan dukungan seluruh pemangku kepentingan dan Pemerintah selaku Pemegang Saham, kami yakin WIKA mampu mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang dimiliki Perseroan untuk menghasilkan output yang berkualitas dan berdaya bersaing.

Strategi Perusahaan

Direksi menyadari bahwa untuk mencapai kinerja yang handal baik dari aspek operasional maupun aspek keuangan, diperlukan perencanaan dan upaya-upaya strategis sehingga memudahkan dalam pencapaian target yang telah ditetapkan. Upaya-upaya strategis yang telah dilakukan oleh WIKA dalam mendukung pencapaian kinerja tahun 2016 antara lain:

  1. Peningkatan competitiveness melalui perbaikan HPP (Harga Pokok Penjualan)
  2. Pengembangan pasar baru melalui pola investasi maupun pola kerja sama dengan beberapa perusahaan yang mempunyai kompetensi dan kapabilitas.
  3. Menjadikan sistem sebagai panglima dalam berjalannya proses bisnis Perseroan.
  4. Perencanaan operasi yang terukur di monitoring dan dikendalikan secara kontinyu.
  5. Menjaga keseimbangan penerimaan dan pengukuran serta portofolio operasi dan investasi.
  6. Menjaga kecukupan modal kerja operasi dan investasi.
  7. Manajemen risiko wajib digunakan sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan.
  8. Peningkatan Aspek Engagement Pegawai.
  9. Peningkatan aspek legal dan kesetaraan kontrak.

Analisis Kinerja Tahun 2016

Walaupun kondisi tahun 2016 secara umum merupakan tahun yang penuh tekanan, namun WIKA mampu menorehkan kinerja keuangan yang sangat baik. Beberapa indikator keuangan yang dapat dikemukakan antara lain adalah kinerja laba rugi Perseroan, kinerja posisi keuangan dan rasio-rasio keuangan penting.

Dari sisi Laba Rugi, kinerja WIKA meningkat dengan signifikan. Hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan instrumen laba rugi Perseroan meliputi penjualan bersih, laba bersih dan laba per saham dasar. WIKA berhasil membukukan penjualan bersih (tidak termasuk penjualan kerjasama operasi) sebesar Rp15,67 triliun, meningkat 15,04% jika dibandingkan dengan penjualan bersih di 2015 sebesar Rp13,62 triliun atau mencapai 80,83% dari target RKAP 2016 sebesar Rp19,39 triliun. Bila ditambahkan dengan penjualan kerjasama operasi, penjualan tercapai sebesar Rp19,98 triliun, meningkat 16,83% jika dibandingkan dengan penjualan bersih di 2015 sebesar Rp17,10 triliun atau mencapai 72,84% dari target RKAP 2016 sebesar Rp27,42 triliun. Dengan mencapai penjualan tersebut, Perseroan mencatat kenaikan signifikan atas Laba yang dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk yaitu sebesar Rp1,01 triliun, meningkat 61,88% dibanding tahun 2015 sebesar Rp625,04 miliar atau mencapai 134,88% dari target RKAP 2016 sebesar Rp750,15 miliar.

Dari aspek kinerja posisi keuangan, aset Perseroan mencapai Rp31,30 triliun, meningkat sebesar Rp11,70 triliun atau 59,69% dibandingkan 2015 sebesar Rp19,60 triliun. Realisasi aset tersebut mencapai 129,25% dari target RKAP 2016 sebesar Rp24,06 triliun. Sedangkan Ekuitas tercatat sebesar Rp12,50 triliun, meningkat sebesar Rp7,06 triliun atau 129,84% dibandingkan ekuitas tahun 2015 sebesar Rp5,44 triliun. Realisasi ekuitas tersebut mencapai 192,29% dari target RKAP 2016 sebesar Rp6,50 triliun.

Bila dilihat dari parameter penilaian rasio keuangan, Kinerja Rasio Kas pada tahun 2016 sebesar 62,56% meningkat dari tahun lalu sebesar 24,16%. Kinerja Rasio Lancar pada tahun 2016 sebesar 146,39% naik dari tahun lalu sebesar 118,52%.

Kendala-Kendala Yang Dihadapi

Sepanjang tahun 2016, kami selaku manajemen dan seluruh insan WIKA telah berupaya meningkatkan kinerja dan mencapai target yang telah dituangkan dalam RKAP. Namun demikian, keberhasilan WIKA juga tidak terlepas dari kendala dan tantangan usaha, serta berbagai solusi yang telah diambil. Kendala-kendala yang kami hadapi tersebut antara lain:

  1. Perubahan volume desain engineering menyebabkan cost overrun.
  2. Potensi klaim/CO yang masih dispute dengan owner.
  3. Kondisi politik negara operasi dan sasaran berpengaruh terhadap proses perolehan kontrak.
  4. Cross culture (budaya, bahasa dan lain-lain) negara sasaran berpengaruh terhadap produktivitas personil.
  5. Fluktuatif nilai tukar mata uang asing.
  6. Masing - masing negara operasi menerapkan standar kontrak yang berbeda.
  7. Kebijakan dan peraturan negara operasi baik itu Kebijakan Keuangan & perbankan, Perpajakan (tax treaty), Kebijakan Tenaga kerja, Kebijakan ekspor impor dsb.
Paparan diatas menunjukkan bahwa ke depan manajemen dan seluruh insan WIKA harus bekerja lebih keras agar mampu mengatasi berbagai tantangan dan rintangan sehingga seluruh target yang dicanangkan dapat terealisir secara cepat, tepat dan mendatangkan nilai tambah bagi WIKA.

Prospek Usaha WIKA

Sampai dengan akhir tahun 2016, Perekonomian Indonesia masih mengalami berbagai tantangan terkait dengan belum pulihnya perekonomian negara-negara maju dan perlambatan pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang, khususnya Tiongkok. Dampak dari perkembangan tersebut bagi perekonomian domestik adalah melambatnya pertumbuhan ekonomi, tekanan inflasi, dan depresiasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat, serta rendahnya harga komoditas. Kondisi berbagai faktor tersebut berpotensi membebani kinerja pelaksanaan APBN tahun 2016, terutama pencapaian pendapatan negara pada 2016.

Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak akan mencapai target tahun ini, dari target awal APBN 2016 sebesar 5,3%. BI memproyeksikan ekonomi tumbuh hanya 4,9%. Hal ini karena Indonesia masih menghadapi pemulihan ekonomi global yang masih belum solid atau stabil. Banyaknya ketidakpastian kondisi makro global sangat mempengaruhi pertumbuhan perekonomian Indonesia.

Namun demikian, berbagai upaya dan inisiatif pemerintah telah dilakukan untuk perbaikan ekonomi. Salah satunya dengan mendorong belanja pemerintah khususnya sektor infrastruktur yang diharapkan dapat mendorong pergerakan dan pertumbuhan sektor riil. Kondisi tersebut diharapkan berimbas pada perbaikan berbagai indikator ekonomi baik makro maupun mikro, yang pada akhirnya akan berdampak positif bagi bisnis Perseroan.

Disamping hal tersebut, Pemerintah berkomitmen melakukan percepatan pembangunan infrastruktur yang memadai bagi rakyat Indonesia melalui Perencanaan Pembangunan Nasional. Kebijakan tersebut secara langsung mempengaruhi sektor bisnis di bidang konstruksi di Indonesia. Dalam kebijakan percepatan pelaksanaan pengadaan barang/jasa, Pemerintah mengambil langkah: (1) menyelesaikan proses pengadaan barang/jasa pemerintah paling lambat akhir bulan Maret tahun anggaran berjalan, khususnya untuk pengadaan jasa konstruksi yang penyelesaiannya dapat dilakukan dalam waktu 1 tahun; (2) melaksanakan seluruh pengadaan barang/ jasa pemerintah melalui sistem pengadaan secara elektronik (e-procurement). Berdasarkan hal tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dapat melakukan pelelangan lebih awal atas proyek-proyek strategis bidang infrastruktur yang penyelesaiannya dapat dilakukan dalam waktu 1 tahun sesuai tahun anggaran.

Dengan berbagai hal tersebut, Direksi menilai bahwa WIKA masih memiliki prospek usaha yang sangat baik. Untuk itu, Direksi terus melakukan pembenahan internal, peningkatan kompetensi SDM, benchmark berbagai teknologi yang tepat guna khususnya dalam bidang industri konstruksi dan serta perencanaan strategis lainnya.

Perencanaan Strategi 2017

Menghadapi tahun 2017, WIKA telah merumuskan beberapa target pencapaian kinerja dengan semangat optimisme yang tinggi. Perseroan meyakini bahwa tahun-tahun ke depan merupakan periode yang akan memberikan banyak peluang bagi WIKA untuk semakin berkembang.

Beberapa perencanaan strategi yang telah disiapkan oleh WIKA dalam menghadapi tantangan serta peluang tahun 2017 antara lain:

  1. Pengembangan kawasan industri strategis terpadu yang dilengkapi dengan kawasan hunian dan komersial.
  2. Urban Infrastructure (infrastruktur yang mendukung perkotaan) diantaranya pengelolaan sampah perkotaan, penyediaan air bersih, pengelolaan air kotor, penyediaan listrik & gas, fasilitas komunikasi dan lain-lain.
  3. Koridor ekonomi multi fungsi untuk meningkatkan pergerakan orang, barang, energy dan data diantaranya Jalan Tol, Jalan Kereta, Transmisi Listrik, Jalur Pipa Air, Jalur Pipa Gas, Jalur Fiber Optik dan lain-lain.
  4. Penyertaan minoritas pada investasi industri strategis di dalam kawasan yang dikembangkan WIKA diantaranya Refinery, Condensate Splitter, Petrochemical beserta industri turunannya sehingga dapat memperoleh pekerjaan EPC untuk meningkatkan kompetensi dan tranfer teknologi.

Penerapan Tata Kelola Perusahaan

Manajemen WIKA sepenuhnya menyadari betapa pentingnya implementasi Tata Kelola Perusahaan yang Baik atau GCG bagi pencapaian kinerja Perseroan. GCG menjadi penting karena pada dasarnya didesain untuk melindungi kepentingan stakeholders maupun shareholders.

Selain itu, bagi Perseroan, GCG merupakan pilar penting bagi keunggulan daya saing berkelanjutan. Penerapan GCG secara konsisten akan memperkuat posisi daya saing Perseroan, memaksimalkan nilai Perseroan, mengelola sumberdaya dan risiko secara lebih efisien dan efektif, yang pada akhirnya akan memperkokoh kepercayaan pemegang saham dan stakehol ders, sehingga WIKA dapat beroperasi dan tumbuh secara berkelanjutan dalam jangka panjang. WIKA berkomitmen penuh melaksanakan GCG di seluruh tingkatan dan jenjang organisasi dengan berpedoman pada berbagai ketentuan dan persyaratan terkait dengan pelaksanaan GCG.

Optimalisasi penerapan GCG WIKA terus dilakukan dengan penguatan infrastruktur untuk mencapai praktik terbaik, pengujian keandalan serta penyesuaian sistem dan prosedur sesuai dengan perkembangan bisnis dan regulasi/ketentuan untuk mendukung pelaksanaan GCG yang semakin efektif. Kelengkapan kebijakan dan SOP untuk mendukung pelasanaan GCG diantaranya adalah: Pedoman GCG, Code of Conduct, Board Manual, Charter Komite Audit, Road Map GCG dan SOP terkait lainnya.

Pada tahun 2016, berbagai upaya dilakukan untuk memperkuat pelaksanaan GCG diantaranya melalui sosialisasi Code of Conduct, Whistleblowing System dan Gratifikasi yang dilakukan kepada seluruh pemangku kepentingan. Selain itu, WIKA juga melakukan pengukuran implementasi GCG untuk praktek tahun 2016 yang dilakukan secara self assessment dengan skor 94,93% masuk dalam kategori “sangat baik”. Hal ini membuktikan komitmen manajemen untuk menjadikan GCG sebagai sebuah sistem yang dijalankan dengan penuh komitmen dan konsisten.

Dewan Komisaris dan Direksi saling menghormati dan memahami tugas, tanggung jawab dan wewenang masingmasing sesuai peraturan perundang-undangan dan anggaran dasar. Dewan Komisaris dan Direksi harus berkoordinasi dan bekerja sama untuk mencapai tujuan dan kesinambungan usaha Perseroan dalam jangka panjang dan menjadi role model bagi jajaran di bawahnya.

Dalam menjalankan hubungan kerja dengan Dewan Komisaris tersebut, Direksi berpedoman pada Pedoman Kerja Dewan Komisaris dan Direksi (Board Manual). Board Manual berisi tentang petunjuk tata laksana kerja Dewan Komisaris dan Direksi serta menjelaskan tahapan aktivitas secara terstruktur, sistematis, mudah dipahami dan dapat dijalankan dengan konsisten, dapat menjadi acuan bagi Dewan Komisaris dan Direksi dalam melaksanakan tugas masing-masing untuk mencapai Visi dan Misi Perseroan, sehingga diharapkan akan tercapai standar kerja yang tinggi selaras dengan prinsipprinsip GCG. Board Manual disusun berdasarkan prinsipprinsip hukum korporasi, ketentuan Anggaran Dasar, peraturan dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, arahan Pemegang Saham serta praktik-praktik terbaik (best practices) Good Corporate Governance. Hubungan kerja Dewan Komisaris- Direksi dilaksanakan dengan prinsip saling menghormati satu dengan yang lain.

Selama tahun 2016 Direksi telah mengadakan rapat internal Direksi sebanyak 44 kali. Keputusan yang diambil dalam rapat Direksi WIKA telah dicatat dan didokumentasikan dengan baik dalam risalah rapat Direksi. Risalah rapat di tandangani oleh ketua rapat dan didistribusikan kepada semua anggota Direksi yang menghadiri rapat maupun tidak. Perbedaan pendapat (disenting opinion) yang terjadi dalam rapat telah dicantumkan dalam risalah rapat disertai alasan mengenai perbedaan pendapat. Di dalam rapat Direksi tersebut, dibahas mengenai progress detail dari masing-masing Direktorat, terkait dengan pencapaian kinerja masing-masing Direktorat. Hal ini untuk memastikan tercapainya target Perseroan dan sekaligus sebagai wadah sinergi dan koordinasi antar Direktorat.

Pengembangan Sumber Daya Manusia

Peran sumber daya manusia yang profesional sangat signifikan dirasakan dalam mencapai keberhasilan organisasi. Hal ini, menjadi perhatian bagi Direksi terhadap manajemen SDM sehingga mampu menghadirkan karyawan yang inovatif, kreatif dan unggul terdepan dalam keahlian di bidangnya. Terkait dengan hal tersebut, WIKA berkomitmen untuk mengembangkan sumber daya manusia yang dimiliki sebagai salah satu modal dasar dalam menghadapi persaingan.

Komitmen tersebut, diwujudkan dengan pelaksanaan pengembangan SDM melalui training peningkatan kompetensi. Pada tahun 2016, WIKA telah melaksanakan berbagai public dan inhouse training baik dalam negeri maupun luar negeri. Terkait dengan pengembangan SDM tersebut, WIKA telah mengeluarkan biaya pelatihan sebesar Rp9.426.049.000.

Pelaksanaan Tanggung jawab Sosial

Perseroaan terus berupaya menunjukkan komitmen dan inisiatif tanggung jawab sosial dan lingkungan melalui pelaksanaan serangkaian program yang meliputi PKBL, Bina Wilayah, pengelolaan dan pemantauan lingkungan, serta program-program lain yang memberikan dampak bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar. Manajemen melaksanakan berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) secara terintegrasi dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, lingkungan dan juga internal Perseroan.

Hal ini dimaksudkan untuk lebih menjamin terciptanya keseimbangan antara manfaat dari hasil operasional secara bisnis Perseroan maupun secara sosial dan ekonomi bagi kepentingan masyarakat melalui program program tanggung jawab sosial Perseroan. Dengan demikian keberadaan Perseroan benar benar dapat dirasakan tidak hanya dalam hasil akhir manfaatnya tetapi juga dalam pelaksanaannya juga dapat melibatkan partisipasi seluruh pihak sehingga turut andil dalam mewujudkan penerapan program-program CSR secara berkelanjutan. Selain itu, dalam pelaksanaannya CSR, Perseroan melakukan koordinasi dengan pihak Pemerintah baik di pusat maupun Daerah dan masyarakat setempat, agar program-program CSR yang digulirkan dapat bersinergi dengan program pemerintah dan kebutuhan masyarakatnya secara tepat dan membawa manfaat terbaik bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Penilaian atas Kinerja Komite-Komite yang Berada di Bawah Direksi

Direksi telah membentuk Komite Risiko berdasarkan SK Pembentukan Komite Risiko No. SK.01.01/A.DIR.10211/2016 tanggal 30 September 2016. Secara umum, tugas Komite Risiko menyusun dan memberikan analisa risiko atas proyekproyek Perseroan. Direksi menilai bahwa kinerja Komite Risiko sangat memuaskan dan memenuhi tugasnya berdasarkan laporan hasil analisa risiko atas proyek mega, proyek strategis, proyek investasi dan proyek dengan kategori risiko tinggi (risiko malapetaka).

Perubahan Komposisi Direksi

Komposisi Direksi pada tahun 2016, mengalami perubahan berdasarkan Keputusan RUPS Tahunan tanggal 28 April 2016. Adapun komposisi Direksi tahun 2016 adalah sebagai berikut:

Sebelum RUPS Tahunan 2016, adalah sebagai berikut:
NamaJabatanDasar Pengangkatan
Bintang PerbowoDirektur UtamaKeputusan RUPS Tahunan Tanggal 25 April 2013
Budi HartoWakil Direktur UtamaKeputusan RUPS Tahunan Tanggal 25 April 2013
Gandira Gutawa SumaprajaDirektur Operasi IKeputusan RUPS Tahunan Tanggal 25 April 2015
Bambang PramujoDirektur Operasi IIKeputusan RUPS Tahunan Tanggal 25 April 2013
Destiawan SoewardjonoDirektur Operasi IIIKeputusan RUPS Tahunan Tanggal 25 April 2013
Adji FirmantoroDirektur KeuanganKeputusan RUPS Tahunan Tanggal 25 April 2013
Yusmar AnggadinataDirektur Human Capital & Pengembangan UsahaKeputusan RUPS Tahunan Tanggal 25 April 2015
Setelah RUPS Tahunan 2016, adalah sebagai berikut:
NamaJabatanDasar Pengangkatan
Bintang PerbowoDirektur UtamaKeputusan RUPS Tahunan Tanggal 25 April 2013
Gandira Gutawa SumaprajaDirektur Operasi IKeputusan RUPS Tahunan Tanggal 25 April 2015
Bambang PramujoDirektur Operasi IIKeputusan RUPS Tahunan Tanggal 25 April 2013
Destiawan SoewardjonoDirektur Operasi IIIKeputusan RUPS Tahunan Tanggal 25 April 2013
A.N.S KosasihDirektur KeuanganKeputusan RUPS Tahunan Tanggal 28 April 2016
IG. N. Askhara DanadiputraDirektur Human Capital & Pengembangan UsahaKeputusan RUPS Tahunan Tanggal 28 April 2016

Apresiasi

Kami menyadari sepenuhnya tahun-tahun ke depan merupakan tahun yang penuh tantangan tetapi juga sekaligus memberikan peluang bagi WIKA untuk lebih maju, unggul dan terpercaya. Dengan dukungan dan kerjasama dari para pemangku kepentingan, WIKA optimis dapat mencapai kemajuan lebih baik dalam mewujudkan visi, misi dan tujuan Perseroan.

Atas semua pencapaian tersebut, kami ingin menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi yang telah ditunjukkan oleh para pegawai. Kami juga berterima kasih kepada Dewan Komisaris, para pemegang saham, mitra usaha, dan pelanggan atas kepercayaan yang telah diberikan. Dukungan tersebut memberikan arti yang besar bagi keberhasilan Perseroan dalam mengarungi tahun - tahun yang penuh tantangan dimasa mendatang.

Jakarta, 22 Februari 2017

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.
Atas Nama Direksi,

Bintang Perbowo
Direktur Utama

Perubahan Komposisi Direksi

Komposisi Direksi pada tahun 2017 mengalami perubahan berdasarkan Keputusan RUPS Tahunan tanggal 17 Maret 2017. Adapun komposisi Direksi tahun 2017 adalah sebagai berikut:

NamaJabatanDasar Pengangkatan
Bintang PerbowoDirektur UtamaKeputusan RUPS Tahunan Tanggal 25 April 2013
Chandra DwiputraDirektur Operasi IKeputusan RUPS Tahunan Tanggal 17 Maret 2017
Bambang PramujoDirektur Operasi IIKeputusan RUPS Tahunan Tanggal 25 April 2013
Destiawan SoewardjonoDirektur Operasi IIIKeputusan RUPS Tahunan Tanggal 25 April 2013
A.N.S KosasihDirektur KeuanganKeputusan RUPS Tahunan Tanggal 28 April 2016
Novel ArsyadDirektur Human Capital & Pengembangan UsahaKeputusan RUPS Tahunan Tanggal 17 Maret 2017

INVESTASI

PT WIKA Industri Energi
PT Marga Nujyasumo Agung
PT Marga Kunciran Cengkareng
PT Jasamarga Bali Tol
PT WIKA Jabar Power
PT Prima Terminal Petikemas
PT Citra Marga Lintas Jabar
PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia
PT Air Minum Indonesia
PT. Trans Pacific Petrochemical Indonesia TPPI